Novel Bamukmin Minta Ninoy Karundeng Klarifikasi Sosok Habib

Administrator   |   Hukum  |   Selasa, 08 Oktober 2019 - 18:05:58 WIB   |  dibaca: 7 kali
Novel Bamukmin Minta Ninoy Karundeng Klarifikasi Sosok Habib

Jakarta - Juru Bicara Persaudaraan Alumni/ PA 212 Novel Bamukmin meminta pegiat media sosial Ninoy Karundeng mengklarifikasi pernyataan tentang sosok habib dalam kasus penculikan dan penganiayaan yang menimpanya.

Pihak Ninoy diketahui menyebut bahwa tindakan penganiayaan terus berlangsung sampai seseorang yang disapa 'habib' tiba Masjid Al-Falah, Selasa, sekitar pukul 03.00 WIB. Kemudian, sosok yang disapa 'habib' itu disebut menginterogasi dan memukul Ninoy berulang kali.

Sosok 'habib' itu juga diklaim sebagai orang yang memerintahkan kepada petugas medis untuk menyediakan ambulans yang akan digunakan mengangkut mayat Ninoy untuk keluar dari masjid.

"Ninoy harus jelaskan siapa yang dimaksud dengan 'habib', harus jelas," kata Novel saat dikonfirmasi, Selasa (8/10).
Novel menyebut jika sosok 'habib' yang disampaikan oleh Ninoy tersebut adalah fiktif atau mengada-ada, maka pihaknya bakal membuat laporan balik ke polisi.

"Saya akan laporkan balik, karena ada media telah jelas menyebut nama saya dan jelas merugikan nama baik saya yang saya juga sebagai penegak hukum atau pengacara sangat mengancam reputasi saya di mata masyarakat," tuturnya.

Ninoy dianiaya sejumlah orang di kawasan Pejompongan saat demo 30 September. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh pelaku penganiayaan.
Tak hanya itu, Novel juga meminta Ninoy mengklarifilasi perihal aksi dugaan penculikan. Ia menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk penyesatan opini.

"Bahasa penculikan framing untuk penyesatan opini, karena vonis nanti hakim yang tentukan di sidang," ucap Novel.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 13 orang tersangka, termasuk Sekretaris Jenderal PA 212 Bernard Abdul Jabar. Dari 13 tersangka itu, 12 di antaranya saat ini menjalani masa penahanan.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP, tiga di antaranya dijerat UU ITE karena diduga terlibat dalam merekam dan menyebarkan aksi penganiayaan.


Menurut kesaksian seorang relawan Jokowi, Jack Boyd Lapian, penganiayaan terhadap Ninoy dilakukan di Masjid Al-Falah. Ninoy diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.

Kata Jack, ancaman pembunuhan itu datang dari seorang yang disebut dengan panggilan 'Habib' yang mendatangi masjid tersebut

Profil Administrator

Administrator

Administrator utama dari website : www.nachannel.com

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook