Sekretaris Umum FPI Penuhi Panggilan Polisi soal Kasus Ninoy

Administrator   |   Hukum  |   Rabu, 09 Oktober 2019 - 14:52:01 WIB   |  dibaca: 6 kali
Sekretaris Umum FPI Penuhi Panggilan Polisi soal Kasus Ninoy

Jakarta - Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Murnarman memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Rabu (9/10). Munarman diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial sekaligus relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Munarman tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.20 WIB. Dengan mengenakan kemeja berwarna hijau tosca, Munarman bungkam dan langsung masuk ke dalam gedung Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sementara itu, kuasa hukum Munarman, Samsul Bahri menyebut bahwa kedatangan kliennya hari ini hanya sekedar untuk memberikan klarifikasi.
"Prinsipnya kita ke sini hanya memberikan klarifikasi ada panggilan menyebutkan bahwa tersangka berkomunikasi dengan pak haji Munarman," kata Samsul.Sebelumnya, Munarman mengakui dirinya sempat meminta rekaman CCTV Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta tempat Ninoy Karundeng diduga disekap dan dianiaya. Dia meminta rekaman CCTV kepada anggota dewan keluarga Masjid Al-Falah.

"Yang saya minta rekaman CCTV masjid," tutur Munarman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (7/10).
Munarman mengklaim kala itu meminta rekaman CCTV masjid per 30 September lantaran ingin mengetahui situasi dan kondisi. Dia membantah telah memerintahkan anggota DKM Masjid Al Falah untuk menghapus rekaman CCTV tersebut.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 13 orang tersangka, termasuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persaudaraan Alumni 212 Bernard Abdul Jabar.Ninoy diduga dianiaya sejumlah orang di Pejompongan saat demo 30 September. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh pelaku penganiayaan.

Relawan Jokowi, Jack Boyd Lapian mengatakan, berdasarkan pengakuan Ninoy penganiayaan dilakukan di Masjid Al-Falah. Ninoy diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.

Kata Jack, ancaman pembunuhan itu datang dari seorang yang disebut dengan panggilan 'Habib' yang mendatangi masjid tersebut.

Profil Administrator

Administrator

Administrator utama dari website : www.nachannel.com

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook