Ratusan Ojol di Surabaya Nekat Makamkan Rekan Berstatus PDP

Administrator   |   Nasional  |   Senin, 08 Juni 2020 - 14:45:42 WIB   |  dibaca: 7 kali
Ratusan Ojol di Surabaya Nekat Makamkan Rekan Berstatus PDP

Surabaya, CNN Indonesia -- Setidaknya ratusan pengemudi ojek daring (ojek online/ojol) tetap nekat memakamkan salah seorang rekannya yang dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) terkait pandemi virus corona (Covid-19).

PDP tersebut adalah seorang perempuan berinisial DAW, 39. DAW meninggal dalam perawatan pascakecelakaan saat dijambret.

Salah satu rekan almarhumah, Suroso mengatakan DAW dijambret saat sedang mengantar pesanan makanan di kawasan Jalan Darmo Harapan, Sukomanunggal, Surabaya, Kamis (4/6) lalu. 

"Saat itu Mbak DAW mengantarkan makanan, dikiting (diikuti) orang. Di perempatan Darmo Harapan kesamper itu jatuh dan luka-luka," ujarnya Suroso, kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/6).

DAW, kata Suroso, kemudian tak sadarkan diri akibat kecelakaan itu. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tak lama setelah itu, DAW dirujuk ke RSUD dr Soetomo.

Usai dirawat selama kurang lebih empat hari, kondisi DAW ternyata makin memburuk. Ia pun meninggal dunia pada Minggu (7/6), pukul 14.30 WIB siang. 

"Di WhatsApp dapat kabar meninggal 14.30 WIB," kata Suroso.

Namun, kata dia, pemakaman DAW terkendala. Lantaran RSUD dr Soetomo menetapkan DAW sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Berdasarkan protokol, PDP seharusnya dimakamkan secara khusus terkait Covid-19.

Ratusan ojol yang mendatangi RS dr Soetomo. Mereka menuding diagnosis yang menyatakan DAW sebagai PDP corona adalah hal yang salah. Alhasil, para ojol itu pun meminta DAW agar segera dikebumikan dengan tetap menggunakan tata cara pemakaman normal. 

"Ternyata di RS ada masalah. Sampai jam 22.00 baru keluar dari kamar mayat," ucap Suroso.

Rekan-rekan DAW pun berupaya mencari jalan lain yakni dengan membicarakan hal tersebut ke Anggota DPRD Surabaya, Baktiono. Baktiono pun memediasi pihak rumah sakit dan keluarga terkait pemakaman DAW.

Baktiono mengatakan jenazah DAW sendiri sempat tidak diperbolehkan dibawa ke rumah duka karena statusnya sebagai PDP Covid-19. Itulah, yang membuat para ojol yang merupakan teman korban mendatangi RSUD dr Soetomo.

"Mereka minta bukti kalau benar terinfeksi Covid-19 atau tidak. Mereka minta jenazah segera dibawa ke rumah duka, kalau RS tidak bisa membuktikan," katanya.

Kini, jenazah DAW pun telah dimakamkan di belakang rumahnya sendiri di kawasan Dukuh Kupang Barat, Surabaya. Dengan tata cara normal tanpa menerapkan protokol Covid-19. 

Sementara itu, Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Parulian menuturkan meski meninggal akibat kecelakaan, DAW merupakan salah satu pasien dengan status PDP.

Atas dasar itu, sebagai bentuk antisipasi, jenazahnya pun seharusnya dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19. 

"Memang [seharusnya] protokol Covid-19 mas, kan PDP," kata Pesta, kepada CNNIndonesia.com

Saat ditanya, soal dugaan adanya kesalahan diagnosis yang dilakukan RSUD dr Soetomo, Pesta mengatakan hal itu tak perlu lagi diperdebatkan. Ia mengatakan perawatan jenazah pun telah dilakukan sesuai protokol. 

"Saya kira tidak lagi diperdebatkan mas, keluarga menerima jenazah dengan baik dan jenazah sudah dirawat sesuai protokol," katanya. 

Perihal pemakaman jenazah yang dilakukan keluarga tanpa menerapkan protokol kesehatan, Pesta mengaku pihaknya tak tahu menahu. Ia mengatakan hal itu merupakan keputusan pihak keluarga dan bukan lagi wewenang pihaknya. 

"Dari kami sudah sesuai prosedur," kata Pesta.

Profil Administrator

Administrator

Administrator utama dari website : www.nachannel.com

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook