Butuh 340 Juta Vaksin Corona, RI Gandeng Korsel hingga Prancis

Administrator   |   Kesehatan  |   Rabu, 10 Juni 2020 - 11:22:51 WIB   |  dibaca: 7 kali
Butuh 340 Juta Vaksin Corona, RI Gandeng Korsel hingga Prancis

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia butuh vaksin Corona (COVID-19) sejumlah 340 juta ampul. Jumlah tersebut untuk 170 juta jiwa dengan asumsi setiap orang mendapat dua ampul.

"Kebutuhan vaksin COVID-19 apabila ada 170 juta masyarakat, maka butuh minimal terkena dua kali shot (suntik), maka butuh 340 juta vaksin," kata Airlangga melalui telekonferensi, Selasa (9/6/2020) malam.

Airlangga menjelaskan, pengadaan vaksin COVID-19 di dunia dilakukan melalui relaksasi intellectual property rights yaitu negara yang sudah menemukan, dapat berbagi dengan dengan negara lain.

"Jadi siapa yang menemukan terlebih dahulu bisa sharing dengan negara lain sehingga bisa melakukan co-production," sebutnya. Untuk Indonesia, dalam menemukan dan memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 dilakukan melalui kerja sama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan beberapa perusahaan di Korea Selatan, dan perusahaan di negara dengan penduduk lebih sedikit dari Indonesia seperti Prancis dan Denmark.

"Bapak Presiden sudah mengatakan bahwa kita mengutamakan kerja sama dengan penduduk relatif lebih kecil dari kita," ucapnya. Menurutnya kerja sama tidak mungkin dilakukan dengan negara berpenduduk lebih banyak dari Indonesia karena mereka pasti akan mementingkan negaranya masing-masing.

"Contoh India atau China, mereka punya demand lebih dari 1 miliar dan otomatis mereka akan mementingkan negaranya masing-masing. Oleh karena itu negara seperti Korea, Prancis dan Denmark jadi mitra ideal Indonesia sehingga mereka membutuhkan pasar besar sehingga kita bisa melakukan co-production," imbuhnya.

Profil Administrator

Administrator

Administrator utama dari website : www.nachannel.com

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook