Pesan untuk DKI Setelah Pedagang Pasar Positif Corona Tertinggi di RI

Administrator   |   Ekonomi  |   Senin, 29 Juni 2020 - 09:26:12 WIB   |  dibaca: 3 kali
Pesan untuk DKI Setelah Pedagang Pasar Positif Corona Tertinggi di RI

Jakarta - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengungkap data ada 768 pedagang pasar di Indonesia positif terkena virus Corona, paling banyak ada di DKI Jakarta. Pemprov DKI Jakarta diminta lebih terbuka dalam upaya pencegahan COVID-19 di pasar.

Dari data yang diperoleh detikcom, DKI Jakarta menduduki posisi pertama kasus pedagang yang positif COVID-19 dengan 192 kasus positif di 26 pasar. Data terkumpul per 26 Juni 2020.Sejauh ini belum ada kasus pedagang pasar yang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

"DKI memang salah satu provinsi tertinggi ya. Ini menyusul sebelumnya Sumbar ya, Sumbar sekarang mulai turun, sekarang DKI dan Jawa Timur tertinggi," kata Ketum Ikappi Abdullah Mansuri ketika dihubungi, Minggu (28/8/2020).

Dalam dua pekan terakhir, Abdullah menyebut ada lonjakan kasus positif. Hal itu menyusul ritme tes cepat maupun swab test yang dilakukan pemerintah daerah.Posisi kedua ditempati Jawa Timur dengan 127 kasus dengan 14 kasus meninggal. Total ada 768 kasus pedagang terkena COVID-19 dengan 32 meninggal di Indonesia.

"Tiap hari sekitar 40-50 kasus. Memang bergantung ritme rapid dan swab test-nya ya. Ada dua fase, bisa dilakukan bertahap dan serentak. Ini yang terus kita dorong agar kita bisa mengidentifikasi dari hasil rapid dan swab itu," jelas Abdullah.

Khusus kepada Pemprov DKI, Abdullah berharap pedagang juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Dia meminta Pemprov DKI lebih terbuka dalam upaya pencegahan Corona di pasar.

"Kami dorong pedagang menggunakan protokol kesehatan dengan baik, tanpa paksaan, karena lazimnya yang kami lakukan itu melibatkan pedagang dalam proses kebijakannya," kata Abdullah.

"Kalau melibatkan pedagang dalam mengambil kebijakan itu akan mempermudah proses pelaksanaannya. Tapi kalau tiba-tiba pakai sistem zonasi, tiba-tiba ditutup paksa sedangkan ditutup 3 itu juga nggak tahu dilakukan apa," sambungnya.

"Kami berharap PD Pasar Jaya dan Pemprov membuka diri untuk semua pihak bisa berkolaborasi untuk bersama-sama mengingatkan pedagang, karena yang kami tahu mengevaluasi dari beberapa pasar yang sudah kami identifikasi di DKI Jakarta, masih belum efektif protokol kesehatan itu dilakukan," tuturnyaAbdullah berharap Pemprov DKI dan PD Pasar Jaya turut melakukan edukasi langsung kepada pedagang. Selain itu, dia menilai masih ada pasar yang belum maksimal dalam menerapkan protokol kesehatan.

Profil Administrator

Administrator

Administrator utama dari website : www.nachannel.com

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook