Pekerja Restoran di AS Berhenti Usai Pemilik Tulis Menu Rasis

Administrator   |   Internasional  |   Kamis, 02 Juli 2020 - 11:05:05 WIB   |  dibaca: 7 kali
Pekerja Restoran di AS Berhenti Usai Pemilik Tulis Menu Rasis

Jakarta, CNN Indonesia - Seorang karyawan di sebuah restoran di Miami, Amerika Serikat berhenti dari pekerjaan setelah pemilik mengganti nama menu sayap ayam yang dihitamkan menjadi 'saya tidak bisa bernapas' di salah satu struk pembelian.

'Saya tidak bernapas' erat dikaitkan dengan insiden kematian George Floyd pada 25 Mei lalu 

Hal itu diketahui dari sebuah utas yang diunggah karyawan bernama Brandon Gonzalez itu di Twitter, @teaslicker, lengkap dengan foto struk yang memperlihatkan nama menu.

"Yang Saya tahu adalah Saya tidak punya anak, saya tidak butuh pekerjaan ini. Video daring George Floyd bukanlah hanya jumlah retweet. Pria ini kehilangan nyawanya karena kebrutalan polisi. Ini bukan lelucon. Gerakan ini adalah kehidupan nyata. Kita perlu perubahan dan kita membutuhkannya sekarang," ujar Gonzalez. 
Gonzalez bekerja di Hole in the Wall sejak Januari. Pada 20 Juni lalu, ia menyajikan menu sayap ayam kepada pelanggan dan menyadari bahwa ada perubahan nama menu.
 
"Ketika saya melihat apa yang dia (pemilik restoran) tulis, saya kaget bahwa seseorang mencoba membuat lelucon ini. Saya tidak bisa membayangkan seorang pemilik perusahaan membuat lelucon seperti itu. Bahkan jika Anda ingin menyebutnya lelucon," kata Gonzalez kepada CNN.

Gonzalez mengatakan pemilik restoran yang diidentifikasi sebagai Sam Diedrick bermaksud bercanda. Alih-alih menulis 'menghitam' merujuk pada bumbu ayam yang dihidangkan, Diedrick justru menulisnya dengan 'Saya tidak bisa bernapas'.
 
Dia dan karyawan lain yang mengetahui hal itu hanya diam dan memalingkan wajah. Dia mengumpulkan semua tipnya, menyelesaikan shift-nya, dan berhenti dari pekerjaan keesokan harinya.
 Menurut dokumen negara bagian Florida, Diedrick adalah salah satu pemilik restoran tersebut.
 Diedrick dan pemilik restoran lainnya tidak segera menanggapi permintaan komentar CNN. Menurut The Miami Herald, Diedrick meminta maaf di sebuah postingan di akun media sosialnya. Sejak kejadian itu, akunnya dikunci atau dinonaktifkan.
 
"Manajemen Hole in the Wall Pub merasa jijik dengan apa yang terjadi," kata Hole in the Wall Pub Florida dalam sebuah pernyataan di situs mereka.
"Kami meminta maaf kepada pelanggan dan karyawan kami. Ini (perbuatan) tercela dan benar-benar bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan. Kami akan terlibat langsung untuk mendengarkan keprihatinan karyawan dan menjelaskan langkah-langkah yang kami ambil untuk memastikan (hal) ini tidak terjadi lagi," tulis pernyataan itu.

Floyd adalah pria kulit hitam yang meninggal di tangan seorang perwira polisi yang menindihkan lututnya di leher Floyd. Saat itu, Floyd beberapa kali mengatakan 'Saya tidak bisa bernapas'. Kematiannya memicu aksi protes selama berminggu-minggu di berbagai kota di AS.

Profil Administrator

Administrator

Administrator utama dari website : www.nachannel.com

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook